Mencintai Bahasa Indonesia dengan Pencerahan Baru

Menulis Kreatif dan Ilmiah Bersama Wahyu Wibowo

Oleh Dr. Wahyu Wibowo

aku-cinta-bahasa-indonesiaUngkapan tentang berbahasa Indonesialah secara baik dan benar, memang sudah lama “menyihir” kita. Tapi, dengan itu, justru malah membuktikan bahwa kita ternyata kurang mengenal bahasa kita dengan baik dan benar, kecuali mencintainya secara membabi-buta. Artinya, kita memang butuh pencerahan-baru dalam mencintai bahasa Indonesia.

Pertama, bahasa Indonesia tidak membutuhkan undang-undang. Pasalnya, tiap bahasa dalam konteks pemakaiannya pada dasarnya memiliki aturan mainnya sendiri, mengingat nilai-nilai kehidupan yang dikandungnya.

View original post 900 more words

Cerita nya….

TERIMA KASIH pada para blogger yang mampir dan membaca blog saya ini saya ucapkan terima kasih sudah membantu dunia ini untuk membudayakan membaca dan menulis. Keperihatinan masyarakat akan budaya baca-tulis HAMPIR 65% menurut survei yang saya lakukan adalah KURANG, semoga tulisan saya ini akan sedikit membawa teman-teman untuk membuka kecerdasaan emosional dan spritual teman-teman sekalian.

Pada Hakekat nya manusia Berkata Sanggup ketika di dalam (kandungan ibu) dan di lahirkan kedalam dunia (tempat kita sekarang). Seiring perkembangan bumi berputar banyak ilmu yang di dapat dari masa lalu di transform ke masa depan dan menjadi sesuatu hal yang di sebut ILMU.

 Ilmu merupakan bagian dari modal dasar manusia untuk berfikir, dan dari berfikir ini lah yang menjadi manusia memiliki pemahaman atas apa yang Tuhan kehendaki dan manusia lakukan yaitu TINDAKAN. tindakan manusia sangatlah bermacam mulai dari kita bangun tidur sampai kita tertidur lagi dan menghasilkan BUDAYA. Budaya seperti apakah yang bisa kita tangkap dari proses (duniawi) aktifitas yang kita jalani sehari-hari? mari disini lah saya akan berbagi pengalaman kepada sahabat wordpress,blogger dan pembaca lain nya tentang arti Ilmu dan budaya melalui kajian SASTRA yang saya sedang teliti.

Di bagian awal ini saya akan memberikan pengertian tentang perbedaan Pola fikir dan BUDAYA menurut beberapa refrensi yang saya pelajari.

Pola fikir pada dasarnya hampir mirip dengan pola budaya,sebetulnya menurut para pemikir-pemikir terdahulu yaitu ; socrates dan plato manusia tidak akan pernah berhenti untuk berfikir dari ia mulai terlahir kebumi hingga ajal, yang perlu di garis bawahi adalah presfektif berkegiatan di dalam otak yang menghasilkan bentuk nyata (ide). Dengan adanya ide manusia selalu melakukan perubahan-perubahan dengan alam sekitar contoh nya adalah tindakan seorang anak saat ia menginginkan sebuah mainan yang menurut nya hal baru yang mereka belum temui semenjak mereka sudah bisa mengenal dengan baik situasi yang ada di sekeliling mereka, ia akan menangis mengiba kepada orang tua nya dan mainan itu akan jatuh ke tangan mereka dan mengubahan tangisan itu menjadi senyuman yang penuh dengan kebahagian pada diri sang anak, inilah beberapa TINDAKAN yang dilakukan oleh manusia berdasarkan HASRAT atau keinginannya (Nafsu).

Untuk memperjelasnya bukti bahwa dari masing-masing manusia atau individu mempunyai keinginan dan cita-cita mereka berlomba-lomba (Adaptasi) dengan lingkungan di sekitar mereka dan menjadi mereka sebagai bagian dari Masyarakat Budaya.

 Dimanapun kita berada di situlah terdapat BUDAYA

budaya merupakan hal yang paling utama dan tidak dapat terpisah dalam kehidupan, mulai dari keluarga,kerabat,lingkungan sekolah, kantor sampai masyarakat atau tempat yang belum kita pernah jelajahi akan menampakan sosok budaya-nya. apakah budaya itu negatif atau positif ? seiring pertumbuhan manusia, ilmu dan budaya tidak dapat terpisahkan dengan hal “ketergantungan”  atau acuan. acuan – acuan itu akan selalu menghantui fikiran para individu yang sedang tumbuh dalam linkungan dan kelas – kelas sosial masyarakatnya. Dengan catatan budaya memiliki pengaruh besar untuk masuk kedalam aspek ilmu,kehidupan dan akan memicu hal yang terus semakin spesifik.

Dengan sudah memahami arti dari budaya itu sendiri, Manusia akan di dekatkan dengan KELOMPOK, sifat saling mendominasi dan tidak mau kalah (Ego) yang membuat individu – individu tersebut berada dalam masalah persaingan (Seleksi Alam) dan justru hidup ini bukan persoalan menang atau kalah tetapi siapa yang pantas untuk memimpin dan dipimpin. mulai dari hal inilah manusia di dekatkan dengan hal KEPEMIMPINAN.

bersambung…

Pidato Wisudawan Terbaik, Memukau tetapi Sekaligus “Menakutkan”

“sekolah yang sesungguh nya ada di luar sana”, banyak prespektif yang mengatakan salah satu nya dalam buku “Rich dad,Poor Dad” …. luar biasa…!

Catatanku

Setiap acara wisuda di kampus ITB selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya yang terpilih memberikan pidato sambutan adalah pribadi yang unik, tetapi tidak selalu yang mempunyai IPK terbaik. Sepanjang yang saya pernah ikuti, isi pidatonya kebanyakan tidak terlalu istimewa, paling-paling isinya kenangan memorabilia selama menimba ilmu di kampus ITB, kehidupan mahasiswa selama kuliah, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.

Namun, yang saya tulis dalam posting-an ini bukan pidato wisudawan ITB, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau. Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).Cuplikan…

View original post 2,517 more words