Tag Archives: #assignment

Analisis Film “Babel” (2006)

Standard

Pendahuluan

1.Latar Belakang

Adanya kelas-kelas sosial pada masyarakat yang tampak pada film ini, membuat saya ingin menganalisa dominasi kelas-kelas yang terjadi pada tokoh-tokoh dalam film ini, terlihat saat “Hasan” (orang yang menjual senjata pada “Abdullah”) di interogasi oleh kepolisian maroko dan lagi masyarakat sekitar kota kecil yang miskin di maroko saat Richard merawat Susan dengan rasa panik. karena setiap kehidupan memiliki aturan-aturan baik yang tertulis maupun tidak Amelia dan Santiago adalah orang meksiko yang ternyata illegal identitas nya saat memasuki wilayah USA, ini semakin jelas bahwa perbedaan dan dominasi kelas baik itu dominasi kepemimpinan dan moral tergambar menjadi satu inti cerita yang di sajikan menjadi 4 waktu yang berbeda.
Jauh di perbukitan gurun pasir Maroko, dua bocah, Yossef (Boubker Ait El Caid) dan Ahmed (Said Tarchani), dengan bangga menenteng senjata yang baru dibelikan ayah mereka, Abdullah (Mustapha Rachidi), untuk mengawal kawanan ternak. Sebuah senjata yang tanpa mereka sadari akan melibatkan mereka dalam keruwetan.
Dengan raut polos, Yossef dan Ahmed saling unjuk kebolehan menembak senapan dan mengarahkan ke target yang mereka incar. Sampai suatu saat target tembak Yoseff dan Ahmed bukan lagi batu karang, mereka bertaruh seberapa jauh jarak jangkau peluru senjata mengenai target. Yoseff meminta Ahmed mengarahkan senapan ke sebuah bis yang sedang lewat, dan di luar dugaan mereka, bis berhenti, orang-orang mulai berteriak dan…dimulailah kisah tragis untuk sesuatu yang jauh dari bayangan mereka.
Terpisah jauh dari Yoseff dan Ahmed, di saat yang bersamaan, Amelia pengasuh anak keturunan Meksiko yang mengadu nasib di San Diego, Amerika. Saat menjaga dua bocah yang ditinggal kedua orang tuanya, Richard dan Susan pergi berlibur, Ameli menerima telepon yang memintanya segera pulang ke Meksiko untuk menghadiri pernikahan putranya esok hari. Masalah datang saat Richard mengatakan tak bisa pulang ke Amerika karena sebuah insiden di tempat mereka berlibur. Di tengah kekalutan antara pernikahan anaknya dan tugasnya menjaga anak asuhnya, dan tak kunjung menemukan penggatinya, Amelia akhirnya memutuskan nekat membawa kedua anak tersebut menuju Meksiko dengan menumpang mobil keponakannya, Santiago (Gael Garcial Bernal).
Bermil-mil jauhnya, kepanikan juga menghinggapi Richard dan Susan, yang tengah berlibur ke Moroko untuk mengembalikan hubungan mereka yang tak lagi harmonis setelah kematian anak mereka, Sam. Richard berusaha meyakinkan Susan atas perbuatannya di masa lampau yang sampai saat ini tak kunjung dimaafkan Susan. Dinginnya hubungan mereka diperparah dengan tragedi yang mengancam nyawa Susan saat sebuah peluru yang tak diketahui asalnya menembus bahu Susan.
Sementara di benua timur, Chieko (Rinko Kikuchi), seorang gadis Jepang tengah bertanding volley, dengan tatapan prihatin sang ayah, Yasujhiro (Koji Yakusho), yang hanya bisa mengelus dada dan kecewa dengan kekerasan hati putrinya. Yasujiro sangat berhati-hati menghadapi Chieko yang pemberontak dan sensitif, selain juga harus memahami ketaksempurnaan Cheiko yang bisu tuli sejak kecil dan kematian tragis ibunya. Chieko juga dihadapkan dengan masalah ‘keperawanan’ yang membuatnya moody dan merasa terkucil di antara teman-temannya.
Empat kehidupan di tiga benua, orang-orang asing yang terpisahkan jarak dan waktu, perbedaan budaya, tradisi, kelas sosial, dan pandangan hidup, namun mereka menghadapi satu hal yang membuat mereka sehati. Mereka terisolir karena ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik satu sama lain, meski pada akhirnya ada satu titik temu yang saling menyatukan mereka.
Babel adalah 2006 internasional Film drama yang disutradarai oleh Alejandro González Inarritu dan ditulis oleh Guillermo Arriaga. Multi-narasi drama melengkapi Inarritu itu Death Trilogy.
Film ini menggambarkan beberapa cerita yang terjadi di Maroko , Jepang , dan Meksiko / Amerika Serikat Itu adalah co-produksi internasional antara perusahaan yang berbasis di Perancis, Meksiko, dan Amerika Serikat Film ini pertama kali diputar di Cannes Film Festival 2006 , dan kemudian ditampilkan di Toronto International Film Festival dan Festival Film Zagreb . Nama film itu dibuat awalnya dengan kesalahan ejaan Pavneet Dhanoa tentang nama asli Nabeel Khalid. Dibuka di kota-kota yang dipilih di Amerika Serikat pada tanggal 27 Oktober 2006, dan pergi ke dalam rilis lebar pada tanggal 10 November 2006. Pada tanggal 15 Januari 2007, ia memenangkan Golden Globe Award untuk Best Motion Picture – Drama. Itu dinominasikan untuk tujuh Academy Awards , termasuk Best Picture , Best Director , dan dua nominasi untuk Aktris Pendukung Terbaik dan memenangkan untuk Best Original Score .

2.Pokok Masalah


Karakterisasi
1. Yossef dan Ahmed saling unjuk kebolehan menembak senapan dan mengarahkan ke target yang mereka incar. Yoseff meminta Ahmed mengarahkan senapan ke sebuah bis yang sedang lewat, dan di luar dugaan mereka, bis tersebut berhenti, karena Susan istri dari Richard tertebak peluru yg di lepaskan oleh Ahmed.
Cara berkomunikasi
2. Adanya perbedaan bahasa dan kesulitan berkomunikasi, pada inti nya dari 3 setting berbeda ini masalah terbesar ialah tentang cara berkomunikasi, betapa penting SASTRA kehidupan mempengaruhi kehidupan mereka yg bertemu dengan orang-orang yg baru mereka temui.
Setting
3. Terjadinya asal muasal konflik penembakan, konflik politik dan kehidupan keluarga di asia tidak terlepas dari “Setting”

Unsur Intrinsik
- Karakterisasi
Beberapa sumber mengatakan Gill dalam bukunya yang berjudul, “Mastering English Literature”, tentang definisi karakter menurutnya ;
A character is someone in a literary work who has some sort of identify (it needn’t be a strong one), an identity which is made up by appearance, conversation, action, name and (possibly) thoughts going on in the head. (Gill, 1995: 127)

Di dalam sebuah cerita karakter dapat di bedakan menjadi 2 bagian yaitu karakter “Mayor” dan Karakter “Minor”

- Karakter Mayor

Menurut Robert DiYanni dalam bukunya yang berjudul “Fiction An Introduction” menjelaskan bahwa mayor karakter di bagi menjadi 2 karakter utama dan subordinate karakter . Mayor karakter sangat penting karena sebagai central utama dari cerita atau kisah dalam karya sastra tersebut.

main character which is called a protagonist the conflict with the opposite which is called antagonist; two characters always create conflict. It is described in ‘The major character is sometimes called a protagonist whose conflict with an antagonist may spark the story’s conflict”. (Di Yanni, 2000: 35)


- Karakter minor

Minor character is the character whose existence is not significant and central but it is needed to support the major character. DiYanni further says that minor character is available for supporting the major character. The minor characters are static or unchanging; they only remain the same role from the beginning until the end of the story. He says in his book, “Fiction; An Introduction”, “Minor character whose function is partly to illuminate the major characters” (DiYanni 2000: 35).

Dapat disimpulkan bahwa setiap cerita atau karya sastra tidak dapat di bangun tanpa kedua karakterisasi ini.

- Setting
Yang paling banyak di bahas dalam studi sastra adalah latar (setting), lingkungan (environment) dalam film yang saya analisis ini setting nya ada di 3 benua yaitu Amerika,Asia dan Afrika.

Sebagaimana saya mengutip pernyataan dari William Kenney, dalam buku berjudul, “How to Analyze Fiction” yang menjelaskan :

Setting includes geographic location, topography, and scenery. In addition to those, the other factors, ranging from landscape, equipment of a room, historical period, season, intellectual action, and social interaction of life, to emotional feeling the place in which the characters take part in various events, also necessarily count. (Kenney, 1996:40)

Sosial setting sangat mendukung untuk informasi atau kunci jalan nya sebuah cerita yang di bangun setelah di tegaskan oleh fungsi karakter-karakter di dalam nya.

Unsur Ekstrinsik

- Pendekatan Sosiologi

Menurut Renne Wellek dan Warren:
Literature is a social institution, using as its medium language, a social creation. They are conventions and norm which could have arisen only in society. But, furthermore, literature ‘represent’ ’life’; and ‘life’ is, in large measure a society reality, eventhough the natural world and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary ‘imitation’. The poets himself is a member of society, possessed of a specific social status; he receives some degree of social recognition and reward; he addresses an audiences, however hypothetical. (Wellek and Warren 1956:94)

Pendekatan sesungguh nya terpusat pada karya sastra itu sendiri dan masyrakat yang di dalam benak si penulis atau pengarangnya.

- Hegemony
Hegemoni adalah Suatu Kelompok social mendominasi kelompok-kelompok. Antagonist lah yang cenderung ia hancurkan atau bahkan ia taklukan dengan kekuatan pasukan/kelas social yg mendominasi bahkan dengan contohnya : kekuatan tentara.

Pengertian Hegemoni
merupakan gagasan Antonio Gramsci (1891-1937) yang bersumber dari buku Selection from Prison Notebooks. Buku ini adalah catatan Gramsci selama dipenjara antara tahun 1929-1935. Teori hegemoni Antonio Gramsci menganalisa berbagai relasi kekuasaan dan penindasan di masyarakat. Lewat perspektif hegemoni, akan terlihat bahwa penulisan, kajian suatu masyarakat, dan media massa merupakan alat kontrol kesadaran yang dapat digunakan kelompok penguasa.
Hegemoni berasal bahasa Yunani, egemonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Secara ringkas, pengertian hegemoni adalah bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Artinya, kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati nilai-nilai ideologis penguasa.

Antonio Gramsci membangun suatu teori yang menekankan bagaimana penerimaan kelompok yang didominasi terhadap kehadiran kelompok dominan berlangsung dalam suatu proses yang damai, tanpa tindakan kekerasan. Media dapat menjadi sarana di mana satu kelompok mengukuhkan posisinya dan merendahkan kelompok lain. Proses bagaimana wacana mengenai gambaran masyarakat bawah bisa buruk di media berlangsung dalam suatu proses yang kompleks. Proses marjinalisasi wacana itu berlangsung secara wajar, apa adanya, dan dikhayati bersama. Khalayak tidak merasa dibodohi atau dimanipulasi oleh media. Konsep hegemoni menolong kita menjelaskan bagaimana proses ini berlangsung.
Hegemoni menekankan pada bentuk ekspresi, cara penerapan, mekanisme yang dijalankan untuk mempertahankan dan mengembangkan diri melalui para korbannya, sehingga upaya itu berhasil dan mempengaruhi dan membentuk alam pikiran mereka. Melalui hegemoni, ideology kelompok dominan dapat disebarkan, nilai dan kepercayaan dapat dipertukarkan. Akan tetapi, berbeda dengan manipulasi atau indoktrinasi, hegemoni justru terlihat wajar, orang menerima sebagai kewajaran dan sukarela.
Salah satu kekuatan hegemoni adalah bagaimana ia menciptakan cara berpikir atau wacana tertentu yang dominan, yang dianggap benar, sementara wacana lain dianggap salah. Media di sini dianggap secara tidak sengaja dapat menjadi alat bagaimana nilai-nilai atau wacana yang dipandang dominan itu disebarkan dan meresap dalam benak khalayak sehingga menjadi konsesus bersama. Sementara nilai atau wacana lain dipandang sebagai menyimpang. Misalnya, pemberitaan mengenai demonstrasi buruh, wacana yang dikembangkan seringkali perlunya pihak buruh musyawarah dan kerja sama dengan pihak perusahaan. Dominasi wacana semacam ini menyebabkan kalau buruh melakukan demonstrasi selalu dipandang tidak benar.
Di sini menggambarkan bagaimana proses hegemoni bekerja. Ia berjalan melalui suatu proses atau cara kerja yang tampak wajar. Dalam produksi berita, proses situ terjadi melalui cara yang halus, sehingga apa yang terjadi dan diberitakan oleh media tampak sebagai suatu kebenaran, memang begitulah adanya, logis dan bernalar (common sense) dan semua orang menganggap itu sebagai suatu yang tidak perlu dipertanyakan.
Teori hegemoni Gramsci menekankan bahwa dalam lapangan sosial ada pertarungan untuk memperebutkan penerimaan publik. Karena pengalaman sosial kelompok subordinat (apakah oleh kelas, gender, ras, umur, dan sebagainya) berbeda dengan ideologi kelompok dominan untuk menyebarkan ideologi dan kebenarannya tersebut agar diterima, tanpa perlawanan. Salah satu kunci strategi kunci dalam hegemoni adalah nalar awam.

Kesimpulan

Bahwa melalui pembuktiaan karakterisasi, setting, pendekatan sosiologi yaitu

Hegemoni yang tidak cukup efektif dan tidak berhasil melumpuhkan kepatuhan seluruh masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat sebenarnya melihat banyak ketimpangan dan dalam diri mereka terdapat danyak ketidaksetujuan dan ketidaksepakatan namun tidak disertai dengan tindakan atau pemberontakan yang kongkret (passive resistance) atau lebih tepatnya di katakana dengan “Hegemoni Yang Merosot”

Introduction to Word Structure

Standard

This is my paper summary of English Morphology Class

2.1 WHAT IS A WORD?

The assumption that languanges contain word is taken for granted by most people. Even illiterate speakers know that therer are words in their language. True, sometimes there are differences of opinion as to what units are to be treater as word.

2.1.1 The Lexeme

However, closer examination of the nature of the ‘word’ reveals a somewhat more complex picture than i have painted above. What we mean by ‘word’ is not clear. As we shall see in the next few paragraphs, diffuculties in clarifying the nature of the word are largely due to the fact the term ‘word’ ised in a variety of senses which usually are not clearly distinguished.

What would you do if you were reading a book and you encountered the ‘word’ pockled for the first time in this context?

[2.1]  He went to the pub for a pint and then  pockled off.

We shall refer to the ‘word’ in this sense of abstact of vocabulary item using the term lexeme.

Which one of the word in [2.2] below belong to the same lexeme?

[2.2]     see       catches                        taller                boy      catching           sees

sleeps   women                        catch                saw      tallest               sleeping

boys     sleep                seen                 tall       slept                 caught

seeing  jump                women                        slept     jumps               jumping

we shoul all agree that :

The physical word form                      are realisation of                      the lexeme

See,sees,sleeing,saw,seen                                                                    SEE

Sleeps, sleeping,slept                                                                          SLEEP

Catch, catches, catching, caught                                                         CATCH

2.1.2 Word form

As we have just seen above,sometimes, when we use the term ‘word’, it is not the abstract vocabulary item with a common core of meaning,the lexeme, that we want to refer to. Thus we can refer to see, sees, seeing, saw and seen as five different word we counting the number of word.

2.1.3 The Gramatical Word

The ‘word’ can also be seen as a representation of a lexeme that is associated with certain morpho-syntactic properties such as noun, adjective,verb, tense, gender, number, etc.

Should why cut should be regarded as representing two distinct grammatical word in the following :

[2.3]     a.         Usually i cut the bread on the table

b.         Yesterday i cut the bread in the sink

The same word-form cut, belonging to the verbal lexeme CUT, can represent two different grammatical words. In [2.3] cut represents the grammatical word cut [verb,present,noun 3rd person]. But in [2.3b] it represents the grammatical word cut [verb, past] which realises the past tense of CUT.

2.2 MORPHEMES : THE SMALLEST UNITS OF MEANING

Morphology is the study of word structure. The claim that words have structure might come as a suprise becayse normally speakers think of word as indivisble units of meaning. This is probably due to the fact that many word are morphologically simple. For example the,fierce, desk, eat, boot, at, fee, mosquito,etc.

The term morpheme is used to refer to the smallest, indivisible unit of semantic content or grammatical function which word are made up of. By definition, a morpheme cannot be decomposed into smaller units which are cither meaningful by themselves or mark a grammatical function like singular or plural number in the noun.

List two other word which contain cach morpheme represented below :

[2.4].    a. –er as in (play-er, call-er), -ness as in (kind-ness, good-ness), -ette as in (kitchen-ette, cigar-ette)

b. ex as in (ex-wife,ex-minister), pre as in (pre-war, pre-school), mis as in (mis-kick,mis-jugde).

The form –er is attached to verbs to derive nouns with the general meaning, -ness is added to an adjective,it produces a noun meaning, -ette to a noun derrives a new noun which has the meaning, -ex and pre- derive nouns from nouns while mis- derive verbs from verbs.

 

2.2.1 Analysing Word

We have used the criterion of meaning to identify morphemes, where the meaning of a morpheme has been somewhat obscure, you have been encouraged to consult a good etymological dictionary.

Consider the following words : [2.5]

Helicopter                   pteropus                      diptera

Bible                            bibliography    bibliophile

Helicopter is a kind of non-fixed flying aircraft, pteropus are tropical bats, diptera are two winged flies, the words bible,bibliography and bibliophile have to do with books. But it is unlikely that anoyone lacking a profound knowledge of English etymology is aware that word bible is not just the name of  a scripture book.

2.2.2 Morphemes, Morps and Allomorph

At one time, establishing mechanical procedures for the identification of morphemes was considered a realistic goal by structural lingusts (cf.Harris, 1951). But it did not take long before most linguist realised that it was impossible  to develop a set of discovery procedures that would lead aitomatically to a correct morphological analysis.

Definition : the morpheme is the smallest difference in the shape of a word that correlates with the smallest difference in word or sentence meaning or in grammatical structure. A morph is a physical form representing some morpheme in a language, it is recurrent distinctive sound (phoneme) or sequence of sounds (phonemes). Different morphs represent the same morpheme, they are grouped together and they are called allomorphs.

2.2.3 Grammatical Conditioning, Lexical Conditioning and Suppletion

Distribution of allomorphs is usually subject to phonological conditioning,sometimes phonological factors play no role in the selection of allomorphs. Instead the choice of allomorph may be grammatically conditioned, i.e. it may be dependent on the presence of a particular grammatical element.

In other cases, the choice of the allomoprh may be lexically conditioned, i.e. use of a particular allomorph may be obligatory if a certain word is present. We can see this in the realisation of plural in English. There exist a few morphemes whose allomorphs show no phonetic similarity, example by the forms good/better which both represent the lexeme GOOD despite the fact that they do not have even a single sound in common, where allomoprhs of a morpheme aer phonetically unrelated we speak of suppletion.

2.2.4    Underlying Representations

 

Above we have distinguished between, on the one hand, regular, rulegoverned phonological alternation, this is standard in generative phonology. Merely listing allomorphs does not allow us to distinguish between eccentric alternations like good/better and regular alternations like that shown by the negative prefix in- or by the regular plural –s plurall suffix. A rule of suppletion or lexical conditioning only applies if a form is expressly marked as being subject to it. Similarly, a grammatically conditioned rule will only be triggered if the appropriate grammatical conditioning factor is present.

To bring out the distinction between regular phonological alternation, which is phonitecally motivated and other kinds of morphological alternation that lack a phonetic basis, linguists posit a single underlying representation or base form from which the various allomorphs of a moprheme are derived by applying one or more phonoligical rules. The stages which a form goes through when it is being converted from an underlying representation to a phonetic representation sonstitute a derivation. The term morphophonemic and morphophonolgy are used to refer conditioned allomorphs of morphemes.

Analisis Film : A Beautiful Mind

Standard

Pendahuluan

Film A Beautiful Mind menggambarkan kisah perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash, yang berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer. Selama Perang Dingin berlangsung, Nash mengidap schizophrenia yang membuatnya hidup dalam halusinasi dan selalu dibayangi ketakutan hingga ia harus berjuang keras untuk sembuh dan meraih hadiah Nobel tahun 1994, kala ia memasuki usia senja.

Kisah dibuka dengan Nash muda di tahun 1948 yang memulai hari-hari pertama kuliahnya di universitas bergengsi, Princeton University. Sejak awal, Nash -lelaki sederhana dari dusun Virginia digambarkan sebagai pribadi penyendiri, pemalu, rendah diri, introvert sekaligus aneh sekaligus tak terlalu suka berhubungan dengan orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku, ujar Nash salah satu tokoh utama dalam film tsb berkali-kali. Di balik segala kekurangannya, Nash juga digambarkan sebagai laki-laki arogan yang bangga akan kepandaiannya. Ini ditunjukkannnya dengan cara menolak mengikuti kuliah yang dianggapnya hanya menghabiskan waktu dan membuat otak tumpul. Sebagai gantinya, Nash lebih banyak meluangkan waktu di luar kelas demi mendapatkan ide orisinal untuk meraih gelar doktornya dan diterima di pusat penelitian bergengsi, Wheeler Defense Lab di MIT.

Di tengah persaingan ketat, Nash mendapat teman sekamar yang sangat memakluminya, Charles Herman yang memiliki keponakan seorang gadis cilik Marcee. Nash yang amat terobsesi dengan matematika-sampai-sampai menulis berbagai rumus di kaca jendela kamar dan perpustakaanakhirnya secara tak sengaja berhasil menemukan konsep baru yang bertentangan dengan teori bapak ekonomi modern dunia, Adam Smith. Konsep inilah yang dinamakannya dengan teori keseimbangan, yang mengantarkannya meraih gelar doktor. Mimpi Nash menjadi kenyataan. Tak hanya meraih gelar doktor, ia berhasil diterima sebagai peneliti dan pengajar di MIT.

Hidup Nash mulai berubah ketika ia diminta Pentagon memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Sovyet. Di sana, ia bertemu agen rahasia William Parcher. Dari agen rahasia ini, ia diberi pekerjaan sebagai mata-mata. Pekerjaan barunya ini membuat Nash terobsesi sampai ia lupa waktu dan hidup di dunianya sendiri.

Adalah Alicia Larde, seorang mahasiswinya yang cantik, yang membuatnya sadar bahwa ia juga membutuhkan cinta. Ketika pasangan ini menikah, Nash justru semakin parah dan merasa terus berada dalam ancaman bahaya gara-gara pekerjaannya sebagai agen rahasia. Nash semakin hari semakin terlihat aneh dan ketakutan, sampai akhirnya ketika ia sedang membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard, Dr Rosen seorang ahli jiwa menangkap dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Dari situlah terungkap, Nash mengidap paranoid schizophrenia. Beberapa kejadian yang dialami Nash selama ini hanya khayalan belaka. Tak pernah ada teman sekamar, Herman dan keponakannya yang menggemaskan, Marcee ataupun Parcher dengan proyek rahasianya.

Untungnya, Alicia adalah seorang istri setia yang tak pernah lelah memberi semangat pada suaminya. Dengan dorongan semangat serta cinta kasih yang tak pernah habis dari Alicia, Nash bangkit dan berjuang melawan penyakitnya.

ANALISA :
Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan simpton atau gejala dan indikasi sebagai berikut:

1. Pemahaman dan keyakinan palsu yang dipertahankan.

(delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya, dalam film tersebut yaitu agen pemerintah dan mata – mata rusia. Waham ini menjadikannya paranoid, yang selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.

 (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting. John Nash menganggap dirinya adalah pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.

(delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya. Adegan yang menunjukkan waham ini yaitu ketika disuruh membunuh isterinya, ketika disuruh menunjukkan bahwa dia jenius, dan ketika diyakinkan bahwa dia tidak berarti oleh para teman halusinasinya.

2. adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan. John Nash mengalami halusinasi bertemu dengan tiga orang yang secara nyata tidak ada yaitu Charles Herman (teman sekamarnya), William Parcher (agen pemerintah) dan Marcee (keponakan Charles Herman). Selain itu juga laboratorium rahasia, dan juga nomer kode yang dipasang pada tangannya.

3. gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh. Indikasi ini sangat jelas ketika John Nash berkenalan dengan teman – temannya dan juga jika dilihat dari cara berjalannya.

4. adanya gangguan emosi, adegan yang paling jelas yaitu ketika John Nash menggendong anaknya dengan tanpa emosi sedikitpun.

5. Penarikan sosial, John Nash tidak bisa berinteraksi sosial seperti orang – orang pada umumnya, dia tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.

kejadian – kejadian yang menekan yang membuat skizofrenia John Nash bertambah parah, yaitu :
- Kalah bermain dari temannya
- Merasa gagal berprestasi untuk mendapatkan cita – citanya
- Merasa tidak dapat melayani isterinya
- Tidak bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan kembali

Karakter Pribadi John Nash, yaitu:
a. Pemalu, introvert, penyendiri, rendah diri (merasa dirinya tidak disukai orang lain), kaku, tidak suka bergaul (tidak menyukai orang lain), penarikan diri dari lingkungan sosial.
b. Dalam kenyataannya (cerita sebenarnya bukan di film ini) John Nash adalah pribadi yang pemarah, suka bermain wanita, keras, kaku dan antisemit.

Kesimpulan saya sebagai penonton dan teori psikologi yang mempengaruhinya :

Sebelumnya film ini di angkat dari kisah nyata seorang matematikawan yang sangat jenius “John Forbes Nash” dan harus melawan gejolak penyakit yang di derita nya. Dalam film tersebut John Nash dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu mengalirkan arus listrik berdaya sangat rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot-otot tubuh dan kemungkinan cedera. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan.Setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, John Nash menjalani perawatan di rumah dengan Obat Psikoterapetik. Obat ini harus terus diminum secara teratur oleh penderita skizofrenia. Meskipun obat ini tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat – obat antipsikotik akan membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan konfusi, serta memulihkan proses berpikir rasional. Cara kerja obat – obat antipsikotik yaitu menghambat reseptor dopamin dalam otak. Efek dari pemakaian obat tersebut yaitu : Sulit berkosentrasi, menghambat proses berpikir, tidak memiliki gairah seksual.

Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah) dalam film tersebut dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi penekanan karakter bagi penderita.Sampai saat ini Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.

Teori yang mempengaruhinya :

Dapat disimpulkan bahwa, Psikoanalisis adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah sadar). dan tokoh-tokoh dari psikoanalisis mulai dari John Forbes Nash Sampai dengan Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung.

Konsep psikoanalisis sampai sekarang masih relevan dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.Konsep ini masih digunakan sebagai acuan dalam mengatasi gangguan kejiwaan(neurotik).

Psikoanalisis menggunakan metode menganalisis dan mengeluarkan faktor-faktor dalam alam bawah sadar seseorang. Dengan menggunakan prinsip yang dipakainya yaitu mencari dahulu faktor-faktor yang menyebabkan neurose melalui teknik-teknik evaluasi kepribadian, dan diusahakan untuk menghilangkan faktor-faktor dalam rangka gejala-gejala penyakit.