Agar Hati Menjadi Lembut

Standard

Hadis riwayat Aisyah ra. isteri Nabi saw.:Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut yang menyukai kelembutan. Allah akan memberikan kepada orang yang bersikap lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap keras dan kepada yang lainnya”.

 

Kita tidak lalai akan doa yang satu ini : “Ya Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah diriku dalam Agama-Mu dan dalam Ketaatan kepada-Mu”.

Begitulah, menjaga hati untuk sentiasa istiqomah berada di jalan Allah, senantiasa bersih dari segala kotoran dan lembut dari segala kekerasan (hati), tidaklah mudah. Kesibukan dan rutin kita yang memerah tenaga dan fikiran, serta interaksi yang terus menerus dengan masalah duniawi, jika tidak diimbangi dengan “makanan-makanan” hati, terkadang membuat hati menjadi keras, kering, lalu mati. Padahal sebagai seorang mukmin, dalam melihat pelbagai persoalan kehidupan, haruslah dengan mata hati yang jernih.

 

Untuk itu, beberapa nasihat berikut patut kita renungi bersama dalam usaha kita untuk melembutkan hati. Kita hendaklah senantiasa:

 

1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaitan.4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.5. Takut akan balasan seksa yang segera di dunia, kerana maksiat yang kita lakukan.6. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.9. Takut akan azab di alam kubur.10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.14. Takut terhadap nikmat Allah yang kita rasa siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.15. Takut tidak diterima amalan-amalan kita.16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.17. Kekhuatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga dan harta kepada Allah SWT. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, kerana terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang soleh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.20. Jika kita ingin sampai pada darjat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.22. Ketahuilah bahwa amal soleh dengan keistiqomahan jauh lebih disukai Allah daripada amal soleh yang banyak tetapi tidak istiqomah dengan tetap melakukan dosa.23. Ingatlah setiap kali kita sakit bahawa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sihat.25. Setiap kali kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka bayangkanlah jika kita yang sedang diusung.26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal tidak pernah ingat akan mati.27. Lihatlah dunia dengan pandangan iktibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.28. Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cubaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?29. Di antara akhlak wanita mukminah adalah menasihati sesama mukminah.30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal soleh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”

 

“Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” As-Syura:19

 

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah kurnia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” Al-Maidah:54

dikutip dari seorang pemikir “ID” pada kamis,8 Maret 2012·

Tak Hanya Kartini : Siti Aisyah We Tenri Olle, Penyelamat Sastra Warisan Dunia “I La Galigo”

Standard

Reblogged from Biar sejarah yang bicara .......:

Click to visit the original post

  • Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih hatur tangkyu buat Mba Widi Astuti yang telah bersedia mengirimkan tulisannya yang katanya Insya Allah sebentar lagi akan terbit dalam bentuk buku tentang Tokoh Pergerakan Perempuan Islam Indonesia. Kedua, jelang peringatan hari Kartini 21 April, lewat tulisan "Tak Hanya Kartini" banyak hal yang perlu perenungan ulang terhadap simbol perjuangan perempuan yang sematkan pada R.A. Kartini…

Read more… 1,422 more words

Kuda untuk Bidadari

Standard

Janji yang di pertentangkan kini mulai tampak…

Mengapa kau sangat keras kepala…

mengapa harus berjalan ke ujung rerumputan yang jauh itu dan jatuh kebawah…

banyak hal yang harus di dengar

banyak hal yang harus di dengar

banyak hal yang harus di dengar

tidurlah bidadari yang suka berkuda itu….

KILAU

Standard

Mengingat masa muda mu yang berlanjut menjadi klasik adalah sesuatu dari mu…

matahari,air,dedaunan dan salju yang kau rasakan kini berubah menjadi glester dari utara sana…

menyilaulah banyak yang tak bisa berjalan karena glester itu…

menyilaulah..

menyilaulah..

menyilaulah…

Aside

Image

Ku buktikan bukanlah goresan cengeng

kutemukan indah  bulan yang ku tonton subuh tadi,ingin mengajak seseorang bermain dengan beberapa ketukan  se-perempat nada pada kayu bolong… bebas itulah yang terlintas

menjawab keraguan dan terus meragukan bila tak akan di lepaskan…

sungguh tinggi langit pada hari ini…

dan ia masih menyimpan kesedihan sampai hari ini…

terus dan masih menangis sampai saat ini kulihat,kurasakan…

lekas sembuh aku ingin melihat gila kilau-mu yang seperti lalu…

dan ku ingin banyak menggoreskan pahatan-pahatan yang akan ku kenang… dan hilang…

Atap, 27 Januari 2013

Ku buktikan bukanlah goresan cengeng

Introduction to Word Structure

Standard

This is my paper summary of English Morphology Class

2.1 WHAT IS A WORD?

The assumption that languanges contain word is taken for granted by most people. Even illiterate speakers know that therer are words in their language. True, sometimes there are differences of opinion as to what units are to be treater as word.

2.1.1 The Lexeme

However, closer examination of the nature of the ‘word’ reveals a somewhat more complex picture than i have painted above. What we mean by ‘word’ is not clear. As we shall see in the next few paragraphs, diffuculties in clarifying the nature of the word are largely due to the fact the term ‘word’ ised in a variety of senses which usually are not clearly distinguished.

What would you do if you were reading a book and you encountered the ‘word’ pockled for the first time in this context?

[2.1]  He went to the pub for a pint and then  pockled off.

We shall refer to the ‘word’ in this sense of abstact of vocabulary item using the term lexeme.

Which one of the word in [2.2] below belong to the same lexeme?

[2.2]     see       catches                        taller                boy      catching           sees

sleeps   women                        catch                saw      tallest               sleeping

boys     sleep                seen                 tall       slept                 caught

seeing  jump                women                        slept     jumps               jumping

we shoul all agree that :

The physical word form                      are realisation of                      the lexeme

See,sees,sleeing,saw,seen                                                                    SEE

Sleeps, sleeping,slept                                                                          SLEEP

Catch, catches, catching, caught                                                         CATCH

2.1.2 Word form

As we have just seen above,sometimes, when we use the term ‘word’, it is not the abstract vocabulary item with a common core of meaning,the lexeme, that we want to refer to. Thus we can refer to see, sees, seeing, saw and seen as five different word we counting the number of word.

2.1.3 The Gramatical Word

The ‘word’ can also be seen as a representation of a lexeme that is associated with certain morpho-syntactic properties such as noun, adjective,verb, tense, gender, number, etc.

Should why cut should be regarded as representing two distinct grammatical word in the following :

[2.3]     a.         Usually i cut the bread on the table

b.         Yesterday i cut the bread in the sink

The same word-form cut, belonging to the verbal lexeme CUT, can represent two different grammatical words. In [2.3] cut represents the grammatical word cut [verb,present,noun 3rd person]. But in [2.3b] it represents the grammatical word cut [verb, past] which realises the past tense of CUT.

2.2 MORPHEMES : THE SMALLEST UNITS OF MEANING

Morphology is the study of word structure. The claim that words have structure might come as a suprise becayse normally speakers think of word as indivisble units of meaning. This is probably due to the fact that many word are morphologically simple. For example the,fierce, desk, eat, boot, at, fee, mosquito,etc.

The term morpheme is used to refer to the smallest, indivisible unit of semantic content or grammatical function which word are made up of. By definition, a morpheme cannot be decomposed into smaller units which are cither meaningful by themselves or mark a grammatical function like singular or plural number in the noun.

List two other word which contain cach morpheme represented below :

[2.4].    a. –er as in (play-er, call-er), -ness as in (kind-ness, good-ness), -ette as in (kitchen-ette, cigar-ette)

b. ex as in (ex-wife,ex-minister), pre as in (pre-war, pre-school), mis as in (mis-kick,mis-jugde).

The form –er is attached to verbs to derive nouns with the general meaning, -ness is added to an adjective,it produces a noun meaning, -ette to a noun derrives a new noun which has the meaning, -ex and pre- derive nouns from nouns while mis- derive verbs from verbs.

 

2.2.1 Analysing Word

We have used the criterion of meaning to identify morphemes, where the meaning of a morpheme has been somewhat obscure, you have been encouraged to consult a good etymological dictionary.

Consider the following words : [2.5]

Helicopter                   pteropus                      diptera

Bible                            bibliography    bibliophile

Helicopter is a kind of non-fixed flying aircraft, pteropus are tropical bats, diptera are two winged flies, the words bible,bibliography and bibliophile have to do with books. But it is unlikely that anoyone lacking a profound knowledge of English etymology is aware that word bible is not just the name of  a scripture book.

2.2.2 Morphemes, Morps and Allomorph

At one time, establishing mechanical procedures for the identification of morphemes was considered a realistic goal by structural lingusts (cf.Harris, 1951). But it did not take long before most linguist realised that it was impossible  to develop a set of discovery procedures that would lead aitomatically to a correct morphological analysis.

Definition : the morpheme is the smallest difference in the shape of a word that correlates with the smallest difference in word or sentence meaning or in grammatical structure. A morph is a physical form representing some morpheme in a language, it is recurrent distinctive sound (phoneme) or sequence of sounds (phonemes). Different morphs represent the same morpheme, they are grouped together and they are called allomorphs.

2.2.3 Grammatical Conditioning, Lexical Conditioning and Suppletion

Distribution of allomorphs is usually subject to phonological conditioning,sometimes phonological factors play no role in the selection of allomorphs. Instead the choice of allomorph may be grammatically conditioned, i.e. it may be dependent on the presence of a particular grammatical element.

In other cases, the choice of the allomoprh may be lexically conditioned, i.e. use of a particular allomorph may be obligatory if a certain word is present. We can see this in the realisation of plural in English. There exist a few morphemes whose allomorphs show no phonetic similarity, example by the forms good/better which both represent the lexeme GOOD despite the fact that they do not have even a single sound in common, where allomoprhs of a morpheme aer phonetically unrelated we speak of suppletion.

2.2.4    Underlying Representations

 

Above we have distinguished between, on the one hand, regular, rulegoverned phonological alternation, this is standard in generative phonology. Merely listing allomorphs does not allow us to distinguish between eccentric alternations like good/better and regular alternations like that shown by the negative prefix in- or by the regular plural –s plurall suffix. A rule of suppletion or lexical conditioning only applies if a form is expressly marked as being subject to it. Similarly, a grammatically conditioned rule will only be triggered if the appropriate grammatical conditioning factor is present.

To bring out the distinction between regular phonological alternation, which is phonitecally motivated and other kinds of morphological alternation that lack a phonetic basis, linguists posit a single underlying representation or base form from which the various allomorphs of a moprheme are derived by applying one or more phonoligical rules. The stages which a form goes through when it is being converted from an underlying representation to a phonetic representation sonstitute a derivation. The term morphophonemic and morphophonolgy are used to refer conditioned allomorphs of morphemes.

Analisis Film : A Beautiful Mind

Standard

Pendahuluan

Film A Beautiful Mind menggambarkan kisah perjuangan seorang ahli matematika genius yang bernama John Forbes Nash, yang berhasil menciptakan konsep ekonomi yang kini dijadikan sebagai dasar dari teori ekonomi kontemporer. Selama Perang Dingin berlangsung, Nash mengidap schizophrenia yang membuatnya hidup dalam halusinasi dan selalu dibayangi ketakutan hingga ia harus berjuang keras untuk sembuh dan meraih hadiah Nobel tahun 1994, kala ia memasuki usia senja.

Kisah dibuka dengan Nash muda di tahun 1948 yang memulai hari-hari pertama kuliahnya di universitas bergengsi, Princeton University. Sejak awal, Nash -lelaki sederhana dari dusun Virginia digambarkan sebagai pribadi penyendiri, pemalu, rendah diri, introvert sekaligus aneh sekaligus tak terlalu suka berhubungan dengan orang dan rasanya tak ada orang yang menyukaiku, ujar Nash salah satu tokoh utama dalam film tsb berkali-kali. Di balik segala kekurangannya, Nash juga digambarkan sebagai laki-laki arogan yang bangga akan kepandaiannya. Ini ditunjukkannnya dengan cara menolak mengikuti kuliah yang dianggapnya hanya menghabiskan waktu dan membuat otak tumpul. Sebagai gantinya, Nash lebih banyak meluangkan waktu di luar kelas demi mendapatkan ide orisinal untuk meraih gelar doktornya dan diterima di pusat penelitian bergengsi, Wheeler Defense Lab di MIT.

Di tengah persaingan ketat, Nash mendapat teman sekamar yang sangat memakluminya, Charles Herman yang memiliki keponakan seorang gadis cilik Marcee. Nash yang amat terobsesi dengan matematika-sampai-sampai menulis berbagai rumus di kaca jendela kamar dan perpustakaanakhirnya secara tak sengaja berhasil menemukan konsep baru yang bertentangan dengan teori bapak ekonomi modern dunia, Adam Smith. Konsep inilah yang dinamakannya dengan teori keseimbangan, yang mengantarkannya meraih gelar doktor. Mimpi Nash menjadi kenyataan. Tak hanya meraih gelar doktor, ia berhasil diterima sebagai peneliti dan pengajar di MIT.

Hidup Nash mulai berubah ketika ia diminta Pentagon memecahkan kode rahasia yang dikirim tentara Sovyet. Di sana, ia bertemu agen rahasia William Parcher. Dari agen rahasia ini, ia diberi pekerjaan sebagai mata-mata. Pekerjaan barunya ini membuat Nash terobsesi sampai ia lupa waktu dan hidup di dunianya sendiri.

Adalah Alicia Larde, seorang mahasiswinya yang cantik, yang membuatnya sadar bahwa ia juga membutuhkan cinta. Ketika pasangan ini menikah, Nash justru semakin parah dan merasa terus berada dalam ancaman bahaya gara-gara pekerjaannya sebagai agen rahasia. Nash semakin hari semakin terlihat aneh dan ketakutan, sampai akhirnya ketika ia sedang membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard, Dr Rosen seorang ahli jiwa menangkap dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Dari situlah terungkap, Nash mengidap paranoid schizophrenia. Beberapa kejadian yang dialami Nash selama ini hanya khayalan belaka. Tak pernah ada teman sekamar, Herman dan keponakannya yang menggemaskan, Marcee ataupun Parcher dengan proyek rahasianya.

Untungnya, Alicia adalah seorang istri setia yang tak pernah lelah memberi semangat pada suaminya. Dengan dorongan semangat serta cinta kasih yang tak pernah habis dari Alicia, Nash bangkit dan berjuang melawan penyakitnya.

ANALISA :
Dari film tersebut dapat diketahui bahwa John Nash menderita skizofrenia paranoid, yang ditandai dengan simpton atau gejala dan indikasi sebagai berikut:

1. Pemahaman dan keyakinan palsu yang dipertahankan.

(delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya, dalam film tersebut yaitu agen pemerintah dan mata – mata rusia. Waham ini menjadikannya paranoid, yang selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.

 (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting. John Nash menganggap dirinya adalah pemecah kode rahasia terbaik dan mata – mata/agen rahasia.

(delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya. Adegan yang menunjukkan waham ini yaitu ketika disuruh membunuh isterinya, ketika disuruh menunjukkan bahwa dia jenius, dan ketika diyakinkan bahwa dia tidak berarti oleh para teman halusinasinya.

2. adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan. John Nash mengalami halusinasi bertemu dengan tiga orang yang secara nyata tidak ada yaitu Charles Herman (teman sekamarnya), William Parcher (agen pemerintah) dan Marcee (keponakan Charles Herman). Selain itu juga laboratorium rahasia, dan juga nomer kode yang dipasang pada tangannya.

3. gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh. Indikasi ini sangat jelas ketika John Nash berkenalan dengan teman – temannya dan juga jika dilihat dari cara berjalannya.

4. adanya gangguan emosi, adegan yang paling jelas yaitu ketika John Nash menggendong anaknya dengan tanpa emosi sedikitpun.

5. Penarikan sosial, John Nash tidak bisa berinteraksi sosial seperti orang – orang pada umumnya, dia tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.

kejadian – kejadian yang menekan yang membuat skizofrenia John Nash bertambah parah, yaitu :
- Kalah bermain dari temannya
- Merasa gagal berprestasi untuk mendapatkan cita – citanya
- Merasa tidak dapat melayani isterinya
- Tidak bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan kembali

Karakter Pribadi John Nash, yaitu:
a. Pemalu, introvert, penyendiri, rendah diri (merasa dirinya tidak disukai orang lain), kaku, tidak suka bergaul (tidak menyukai orang lain), penarikan diri dari lingkungan sosial.
b. Dalam kenyataannya (cerita sebenarnya bukan di film ini) John Nash adalah pribadi yang pemarah, suka bermain wanita, keras, kaku dan antisemit.

Kesimpulan saya sebagai penonton dan teori psikologi yang mempengaruhinya :

Sebelumnya film ini di angkat dari kisah nyata seorang matematikawan yang sangat jenius “John Forbes Nash” dan harus melawan gejolak penyakit yang di derita nya. Dalam film tersebut John Nash dibawa ke rumah sakit jiwa dan mendapatkan perawatan ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan anti depresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu mengalirkan arus listrik berdaya sangat rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot-otot tubuh dan kemungkinan cedera. Efek samping penggunaan ECT adalah kelupaan atau gangguan memori. Efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan.Setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, John Nash menjalani perawatan di rumah dengan Obat Psikoterapetik. Obat ini harus terus diminum secara teratur oleh penderita skizofrenia. Meskipun obat ini tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat – obat antipsikotik akan membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan konfusi, serta memulihkan proses berpikir rasional. Cara kerja obat – obat antipsikotik yaitu menghambat reseptor dopamin dalam otak. Efek dari pemakaian obat tersebut yaitu : Sulit berkosentrasi, menghambat proses berpikir, tidak memiliki gairah seksual.

Selain terapi biologis, John Nash juga mendapat terapi dari isterinya yaitu berupa dukungan sosial yang diberikan kepadanya, rasa empati, penerimaan, mendorong untuk mulai berinteraksi sosial (dengan tukang sampah) dalam film tersebut dan dorongan untuk tidak berputus asa dan terus berusaha. Terapi Sosial ini sangat membantu penderita skizofrenia dalam menghadapi peristiwa – peristiwa yang menjadi penekanan karakter bagi penderita.Sampai saat ini Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.

Teori yang mempengaruhinya :

Dapat disimpulkan bahwa, Psikoanalisis adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah sadar). dan tokoh-tokoh dari psikoanalisis mulai dari John Forbes Nash Sampai dengan Sigmund Freud dan Carl Gustav Jung.

Konsep psikoanalisis sampai sekarang masih relevan dan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.Konsep ini masih digunakan sebagai acuan dalam mengatasi gangguan kejiwaan(neurotik).

Psikoanalisis menggunakan metode menganalisis dan mengeluarkan faktor-faktor dalam alam bawah sadar seseorang. Dengan menggunakan prinsip yang dipakainya yaitu mencari dahulu faktor-faktor yang menyebabkan neurose melalui teknik-teknik evaluasi kepribadian, dan diusahakan untuk menghilangkan faktor-faktor dalam rangka gejala-gejala penyakit.